Monday, March 4, 2013

Peran Otak, dalam Proses Berpikir Kretif, Kritis, dan Proses Berpikir Divergent, Konvergent






Nama              : Ikbal Almaududi
NIM                : 1410150097
Jurusan            : Tadris Matematika
Tugas Mata kuliah
TeknikPembelajaran Aktif
 
 
Berpikir Kreatif
Berpikir kreatif adalah cara berpikir yang dipenuhi dengan ide atau gagasan dalam mengembangkan daya imajinasi. Berpikir kreatif adalah kemampan mendayagunakan  potensi yang dimiliki yang muncul dari berbagai keadaan.
Menurut psikolog Robert W. Olson, hambatan-hambatan seseorang  untuk menjadi kreatif antara lain:
a. Kebiasaan: kebiasaan dalam melaksanakan pekerjaan yang sama dengan cara yang sama
b. Waktu: kesibukan sering dijadikan alasan untuk tidak kreatif, padahal setiap orang, baik yang kreatif sekalipun mempunyai waktu yang sama 1    hari     24 jam
c. Dibanjiri masalah: Hidup tidak terlepas dari yang namanya masalah, Tetapi jika kita mempu menentukan skla prioritas, maka kita dapat memandang semua masalah sebagai tantangan kreatif.
d. Tidak ada masalah: Kita adalah makhluk pemecah masalah yang terus-menerus menghadapi dan memecahkan sejumlah masalah. Jika masalah kita dipecahkan secara otomatis atau menurut kebiasaan,kita tidak akan pernah mempunyai masalah.
e. takut gagal: kegagalan manusia dalam berusaha dapat berbentuk pengasingan, kritik, kehilangan waktu, kehilangan pendapatan, kecelakaan. Akan tetapi, lebih baik gagal dari pada tidak pernah mencoba.
f. Kebutuhan akan sebuah jawaban sekarang: Manusia tidak mau mengalami  kesulitan karena tidak memiliki jawaban langsung. Jadi ketika  masalah dikemukakan, kita secara langsung memberikan pemecahan.
g. Kurang memperluas wawasan: Setiap orang harus terus belajar mengembangkan  diri, memperluas wawasan dengan menbaca dan praktik.
h. takut bersenang-senang: Manusia sering tidak sadar bahwa rileks, bergembira, dan santai merupakan aspek-aspek penting dari proses pemecahan masalah secara kreatif, sedangkan situasi tegang dan stres akan menumpulkan kreativitas seseorang.
i. Dibutuhkan ide-ide dan gagasan yang fleksibel: Setiap gagasan dan ide baru dab segar akan selalu merangsang  kreativitas seseorang, akan tetapi  ide pemecahan masalah di suatu tempat belum tentu tepat diberlakukan ditempat lain.
Berpikir Kritis
Berpikir seperti ini adalah berpikir secara cepat dan tepat dalam mengamati sesuatu. Cara berpikir seperti ini bisa berupa pandangan atau gagasan yang menolak segala sesuatu yang terjadi karena dirasa tidak sesuai dengan hati nurani atau jalan pikiran yang benar. Kritis merupakan tanda kemampuan berpikir maju dan berkembang. Berpikir kritis merupakan upaya pendalaman kesadaran serta kecerdasan membandingkan dari beberapa masalah yang sedang dan akan terjadi sehingga menghasilkan sebuah kesimpulan dan gagasan yang dapat memecahkan masalah tersebut, setiap orang memiliki pola pikir yang berbeda.akan tatapi apabila setiap orang mampu berpikir secara kritis,masalah yang mereka hadapi tentu akan semakin sederhana dan mudah dicari solusinya. Oleh karena itu manusia diberikan akal dan pikiran untuk senantiasa berpikir bagaimana menjadikan hidupnya lebih baik dan mampu menjalani suatu masalah sepelik apapun yang di berikan kepadanya
CIRI – CIRI BERPIKIR KRITIS
1.Menanggapi atau memberikan komentar terhadap sesuatu dengan penuh pertimbangan
2.Bersedia memperbaiki kesalahan atau kekeliruan.
3.Dapat menelaah dan menganalisa sesuatu yang datang kepadanya secara sistematis.
4.Berani menyampaikan kebenaran meskipun berat dilaksanakan .
5.Bersikap cermat,jujur & ikhlas karena ALLAH baik dalam mengerjakan pekerjaan yang bertalian dengan agama  maupun dengan urusan duniawi.
Perbandingan Berpikir Kreatif dengan Berpikir Kritis
Berpikir kritis melibatkan pemikiran logis dan penalaran termasuk keterampilan seperti perbandingan, klasifikasi, pengurutan, penyebab / efek, pola, Jalinan, analogi, penalaran deduktif dan induktif, peramalan, perencanaan, hipotesa, dan mengkritisi.
Berpikir kreatif melibatkan menciptakan sesuatu yang baru atau asli, melibatkan keterampilan fleksibilitas, orisinalitas, kefasihan, elaborasi, brainstorming, modifikasi, citra, pemikiran asosiatif, daftar atribut, berpikir metaforis, serta hubungan yang kuat. Tujuan dari berpikir kreatif adalah untuk merangsang keingintahuan dan mempromosikan perbedaan.
Berpikir kritis dapat dianggap lebih berpikir menggunakan otak kiri sedangkan kreatif lebih banyak menggunakan otak kanan, kedua hal ini terlibat dalam proses “berpikir.” Ketika kita berbicara tentang HOTS “higher-order thinking skills” yaitu “Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi ” kita berkonsentrasi pada tiga tingkat atas Taksonomi Bloom: analisis, sintesis, dan evaluasi.
Berpikir Divergent dan Konvergent
Proses berpikir divergen merupakan proses berpikir yang paling mudah muncul pada seseorang yang tidak terlalu memperhatikan baik-buruknya suatu nilai (acak-abstrak) sehingga dapat dengan mudah melompat dari satu ide ke yang lain. Atau dengan kata lain gambaran berpikir divergen adalah melingkar-lingkar seperti cakar ayam (squiggle).
Proses melahirkan ide dengan cara berpikir divergen berarti membiarkan pikiran kita untuk bergerak ke mana-mana secara simultan. Kita dituntut untuk mengeluarkan apa pun yang muncul di otak kita. Munculnya satu ide akan dapat memicu timbulnya ide yang lain. Sebanyak dan sejelek apapun ide yang muncul tetap kita tampung, dan alangkah lebih baiknya ditulis di atas kertas atau dicatat di laptop pada file tersendiri, dan juga bisa ditulis di bagian pesan tersimpan di handphone. Dengan demikian, ide tersebut tidak menguap, sehingga masih dapat diingat dan dapat dikembangkan.
Setelah kita melakukan proses berpikir secara divergen dengan mengumpulkan semua ide yang kita keluarkan, maka selanjutnya adalah menyaring/menyeleksi atau ide tersebut, kita sempitkan menjadi beberapa ide saja yang terbaik. Kita dituntut mampu untuk memilih ide mana yang paling menarik, paling praktis, paling sesuai, paling unik, atau lainnya yang sesuai dengan tujuan yang kita inginkan. Lalu, langkah terakhir tetapkan secara bijak satu ide yang akan kita gunakan.
Mempersempit fokus dari beberapa ide besar inilah yang dinamakan dengan proses berpikir Konvergen. Model ini paling mudah untuk para pemikir “bujur sangkar” yang senang pada segala sesuatu yang terdefinisi dengan jelas. Allah swt melengkapi kepada setiap manusia dengan alat berpikir yang biasa kita sebut dengan otak. Otak terbagi menjadi dua bagian otak kiri dan otak kanan.
Dari uraian di atas bahwa berpikir divergen adalah membiarkan otak kita bebas bergerak ke segala arah untuk mencari ide-ide yang nantinya kita tampung. Hal ini sesuai dengan fungsi pada otak kiri. Sedangkan berpikir secara konvergen adalah mempersempit ide dengan menyeleksi ide-ide mana yang terbaik, dan hal ini sesuai dengan fungsi dari otak kanan. Dengan kata lain berpikir divergen dan konvergen adalah bagaimana cara kita untuk menggunakan otak kiri dan otak kanan secara seimbang.
bagi sobat yang mau filenya silahkan download disini

No comments:

Post a Comment

Post a Comment